eBaroroh

Just Enjoy and Feel the Game

2nd Solo Trip (stranger become friend)

Aye aye aye aye aye, lets be productive today, thats why i write again 😀

Jadi ceritanya di tahun 2014 ini adalah tahun yang wonderful as I wish #2014wonderfull kenapa saya bilang wonderful karena banyak pengalaman yang tiba-tiba terjadi sesuai dengan kehendak yang punya Semesta, ALLAH SWT. Salah satunya adalah solo trip kedua saya di mana saya pengen banget merasakan ramadhan dan ied mubarok di luar indonesia aka luar negeri dan alhamdulillah terwujudkan meskipun tidak terlalu jauh :D. Bermula dengan dikick dari pulau jawa dan terdamprat di Sumatera. Dimana akses menuju ke Pulau Jawa kembali sangat tidak rasional harganya apalagi pada saat Idul Fitri (Huge of Indonesia :lol:). Oleh karena itu, dengan ijin dari ibu bahwa idul fitri tahun ini saya tidak kembali ke Jawa akibat harga tiket yang melambung tinggi ke angkasa. Setelah menimbang, memilih, mengatur,merencanakan, memikirkan (*ini yang bikin gak bisa tidur*) Akhirnya saya menetapkan tujuan ke THAILAND. Kenapa ke THAILAND? karena saya belum pernah ke sana dan karena saya pengen makan mangga pake ketan, padahal pas disana cuman makan mangga aja  :lol:. Selain itu pengen ketemu teman juga seh, teman baru maksudnya :D.

Berikut ini rincian uang transport dari pekanbaru-Thailand

  • -Pekanbaru- KL with AA Rp.209.000 sesuai tagihan CC
  • -KL-DMK with AA Rp. 414.434 sesuai tagihan CC
  • -BKK-SGP with Tiger Rp. 749.200 sesuai tagihan CC
  • -Batam- Pekanbaru with LION Rp 650.000 (kurang lebih segini gak sampe 700rb booking lewat traveloka)
  • -SGP-BATAM Rp 207.000 (23sgd ~ Rp 9000) by ship paling murah
  • -BKK-CMX (PP) Rp 640.000 (800 Bath/trip ~Rp 400) by BUS dengan asumsi Naek SOMBAT TOUR (Bus mahal lah, ada bus murah kok,lebih murah naek kereta)

Total transport 2869.634 ditambah 150.000 =3019.634 (masih lebih murah dibandingkan tiket PP pekanbaru- surabaya kurang lebih 4jutaan)

Jadi ngapain aja aku di sana? hmmmm, yah balik ke tujuan awal yaitu ngerasain puasa dan hari raya di negeri orang. Hari Pertama, numpang transit di KL numpang bermalam di rumah temen, alhamdulillah dia mau nampung meskipun cuman semalam, dimasakin spagetti dan saya gak habis karena hambar :(. Berhubung gak enak ngebangunin jadinya saya cuman sahur roti dan minum air. alhamdulillah kuat. Oiya Buka Puasa di KL sekitar jam 7.30 PM

Hari Kedua, lanjut ke bangkok nyampai donmuang siang menjelang sore. Berhubung pertama kali nginjek kaki di donmuang,jadi kek orang bego, bingung harus ngapain. Akhirnya nelpon temen pake telepon koin dan dia cuman bilang “Ya udah kamu ke sini naik Bus aja nomer sekian” Dan saya harus mencari cara keluar dari bandara dan mencari bus dengan menggunakan bahasa tangan untung bukan bahasa kalbu :lol:. Ternyata untuk naek bus, kita harus keluar bandara dan menyebrang lewat jembatan penyebrangan dengan jalan terlebih dahulu (gak jauh kok jalannya). Nyampe halte ngeliatin anak2 sekolah thailand dimana mulai dari yang kecil (SD) sampe SMA atau Kuliah seragamnya warnanya sama euy warna seragam SMP di Indonesia (atasan putih bawahan biru dongker). Sambil menunggu bus datang dan meliat mereka menyeruput es itu rasanya menyenangkan. Transportasi di thailand selain bus ada juga mini van seperti L300 (aih jaman kapan itu L300), bus dan mini vannya ber AC jadi jangan khawatir panas dan sumuk. Busnya berkode angka sedangkan minivannya berkode tulisan thailand, berhubung saya hanya bisa baca angka ya memilih naik bus saja, selain itu petugas turis servis di bandara juga menyarankan untuk naik Bus. Bus yang ditunggu pun datang, saya naik bus sambil menunjukkan tujuan saya dengan tulisan thailand dapat dr mas-mas turis servis di bandara, kondekturnya cewek dan dia mengangguk (pasti dia tahu tujuan saya,semoga) membayar 13 B. Saya cuman ketar-ketir aja semoga beneran tahu ibu2 kondekturnya dan alhamdulillah dia menunjukkan tempat yang hampir mirip namun tidak tepat. Alhasil saya harus nelpon temen saya dengan nomer indonesia dimana pas telepon langsung mati karena pulsa habis #doh. Clue terakhir dari dia yaitu ” Ya udah kamu keluar dari pasar, terus jalan cari gang 11 depan gang ada toko jualan patung budha” Dan dia tidak bilang ke kanan/kiri,barat/timur. Oke saaatnya untuk mencari dan mencoba keberuntungan. Dan saya pun coba-coba jalan mengikuti arah arus mobil, jalan-jalan dan menemukan nomer 7, oke semoga habis 7, 8,9,10,11, lumayan 4 gang lagi neh, dan viola ternyata coba-coba saya benar,habis 7, 9, dan 11. Ternyata tidak terlalu jauh euy, alhamdulillah berkah puasa,hehehehe. Ketemu teman, dapat tempat berteduh biar gak kepanasan dan kehujanan, dan dapat kenalan karena ternyata dia tinggal berdua bareng orang korea, Yeah ketemu stranger yang bisa jadi teman, seru seru seru seru. Dan ngeliat temenku yang orang indonesia bercandaan sama dia yang orang korea ternyata lucu juga euy,hehehehhehe. Hari pertama di thailand tinggal di bangkok pinggiran bertemu stranger berbuka dengan tomyam pinggir jalan sambil menebak-menebak sudah magrib belum yah, thats wonderful #2014wonderfull 😀

Rangsit pinggiran Bangkok

Rangsit pinggiran Bangkok

Hari Ketiga, saya berencana ke ayyuthaya, sebuah kota kecil dimana dulunya adalah ibukota thailand. Dari Rangsit, pinggiran bangkok menuju ayyuthaya sekitar 1 jam naik kereta ekonomi sebesar 20 B, murah meriah. Berangkat dari rangsit pagi sekitar jam 7 an, dimana semalam saya hanya sahur apel 2 biji dan air putih. Dari tempat tinggal teman saya menuju stasiun tidak terlalu jauh, jalan kurang lebih 10-15 menit, lumayan olahraga di pagi hari. Dan nyampe di stasiun ternyata kereta tiba pukul delapan (backsoundnya lagu iwanfals). Menunggu setengah jam sambil mengawasi yang ada mulai dari anjing sampai manusia, ada banyak anjing bahkan ada yang kakinya 3 namun masih bisa berjalan. Dan yang gak bikin takut adalah anjing-anjing ini tidak menyalak dan tidak menggigit, mereka lapar namun tidak beringas, menunggu seseorang untuk memberi makan, dan pas ketika diberi makan mereka tahu klo makannya harus dibawa ke pinggir, mereka juga tahu klo keknya saya agak2 takut sama anjing, jadi mereka menghindar. Kok beda yah sama anjing di Indonesia, bahkan anjing di bali pun masih suka menyalak padahal sama-sama anjing liar.

rangsit railway station

rangsit railway station

Perjalanan ke ayyuthaya sangat menyenangkan karena hari itu cerah sekali bahkan sangat panas, di kereta ketemu keluarga kecil dari spanyol yang terdiri dari ibu, bapak, 1 cewek kecil. Si ibu tidak bisa berbahasa inggris, namun tidak menghalangi mereka untuk melakukan perjalanan. Saya meliat dia sedang mengupas manggis dengan pisau, sangat aneh sekali sehingga membuat saya tertarik untuk mengajarkan caranya mengupas manggis dengan baik dan benar hanya dengan menggunakan tangan. Dia sangat senang ketika saya mengajarkan cara tersebut, dan memberikan manggis kepada saya, berhubung saya sedang puasa saya tolak dengan ” im sorry im fasting now” mudah-mudahkan tidak membuat dia kecewa,hehehhehhe. Setibanya saya di stasiun Ayyuthaya saya menghubungi teman saya yang saya kenal di Couchsurfing, sebenarnya saya mengajukan couchrequest aka numpang berteduh di rumahnya, berhubung terlalu mendadak jadinya dia hanya bisa menemani jalan saja. Yap saya belum pernah bertemu dia dan dia belum bertemu dengan saya, she is totally stranger tetapi saya percaya sama dia. Dia bilang masih otw dari bangkok dengan bus dan terjebak macet. Dan saya bilang saya akan menunggu dia di stasiun sampai dia datang, sebenarnya dia merasa gak enak karena membuat saya menunggu 2 jam, tetapi no problemo karena saya suka menunggu di stasiun sambil mengawasi orang-orang yang lalu lalang :D. Dan akhirnya pukul 11 dia baru datang ke stasiun pas banget karena kondisi stasiun sudah mulai sepi. Karena ayyuthaya kotanya kecil akhirnya kita memutuskan untuk menyewa sepeda motor seharga 100 B sehari (gak sehari juga seh hanya beberapa jam karena harus ke bangkok). Puter2 wat disekitaran ayyuthaya masuk dengan berpura-pura sebagai orang lokal lumayan buat saving baht, tidak keditek karena kulit saya coklat coba kulit saya kuning pasti disuruh bayar :lol:.

Ayyuthaya railway station

Ayyuthaya railway station

Ayyuthaya kompleknya hampir sama seperti komplek angkor wat di siemriep kamboja, isinya Wat tempat orang ibadah. Klo di angkor wat kita meliat banyak turis klo di ayyuthaya kita meliat turis dan orang lokal yang beribadah :D. Puter-puter wat sampai akhirnya saya menyerah karena terlalu panas dan memutuskan untuk kembali ke bangkok dengan kereta jam 3,hahahahhaa, short trip sekali namun saya suka karena pas kita mengunjungi museum ayyuthaya kita sempat ngobrol banyak, host saya bercerita tentang pengalaman dia dan temannya ke Myanmar yang cukup seru yang membuat saya ingin ke sana dengan travelmate saya atau gak sendirian juga gpp. Yang saya suka dari trip di ayyuthaya adalah sehari bertemu dengan stranger dan akhirnya bisa chit chat dan akhirnya bisa jadi friend karena kadang kita tidak percaya dengan stranger, kita selalu beranggapan klo stranger itu jahat,menipu,dll padahal banyak orang baik di luar sana 😀 . open your hand for stranger and just believe it many good people outside :D. Klo tho ternyata stranger itu menipu atau jahat kepada kita, tetep waspada dan jangan dibalas dengan hal yang sama.

Retro tidak mengenal Usia

Retro tidak mengenal Usia

 

Menunggu kereta tiba pukul berapa

Menunggu kereta tiba pukul berapa

Hari ke4 yang saya lakukan adalah ngemall dari pagi sampai sore saya habiskan jalan-jalan di mall mulai dari beli buku sampai nonton di bioskop, bioskopnya lumayan kece, harganya lumayan mahal 200 B sebanding dengan 80ribu rupiah, lebih mahal daripada di Indonesia namun sebanding dengan harga bisokop di jakarta :D. Cinemanya tidak terlalu besar dan esteriornya lumayan oke, di bawah bioskop ada tempat box karaoke yang bisa muat sampai 4 orang, ada tempat bermain Pe Es juga, dan permainan lainnya yang biasa dijumpai di XXI. Subtitlenya bahasa thailand, untungnya saya nonton step up 2 yang berbahasa inggris ya itung-itung latihan listening :D. Setelah puas ngemall saya balik ke tempat teman saya dan packing buat persiapan ke chiangmai. Terjadi perdebatan kecil antara teman saya dan room matenya orang korea, mereka berdebat kecil ttg bagaimana saya ke terminal bus, apakah saya harus ke terminal bus utama atau ke terminal bus terdekat atau bisa kah menyetop di pinggir jalan?. Saya hanya senyum-senyum kecil meliat mereka berdebat kecil, serunya mereka berdebat tanpa harus saling marah bahkan saling mengejek tapi tanpa tersinggung satu sama lain (apa karena mereka cowok yak?). Berangkat dari rangsit pinggiran bangkok jam set 9 pm dan sampai di chiangmai 6 am.

Bioskop

Bioskop

Pe Es

Pe Es

Di Chiangmai saya menumpang berteduh ke stranger juga sebenarnya namun sudah menjadi friend berkat Couchsurfing.org 😀 ilove it. Dulu dia pernah mengunjungi dan tinggal di rumah saya di surabaya, pada saat itu dia hanya bertemu ibu dan sepupu saya dan kita bertemu sebentar di yogya. Karena dia sudah pernah mengunjungi saya sekarang saatnya saya untuk mengunjungi dia di Chiangmai. Bertukar pikiran bercerita dan merayakan idul fitri bersama. Seru rasanya jadi stranger di negeri orang merasakan idul fitri bareng-bareng dan selalu banyak manfaat menjadi lokal people:D.

ied Mubarok 1435 H

ied Mubarok 1435 H

Masjid di Chiangmai

Masjid di Chiangmai

Semoga saya bisa merasakan idul fitri dan ramadhan di negeri orang lagi yang lebih jauh sehingga saya bisa tahu rasanya merindu rumah,ibu, keluarga, teman, dll. aamiin

 

stranger

stranger become friend

IMG_20140727_145101[1]

stranger become friend

 

“single step can make you far away”

nb: maap yah ngegantung terlalu panjang jadi harus dishort 😀

 

Advertisements

Single Post Navigation

One thought on “2nd Solo Trip (stranger become friend)

  1. kami dari Blogger Bertuah Pekanbaru emang ada rencana kembali ke Bono Kampar.
    Tapi sebelumnya mau ke bandar bakau Dumai dulu, tanggal belum pasti.
    kalo di facebook bisa diskusikan dengan Hasrinaldi / Eri-communicator atau zakaria https://www.facebook.com/jackmodang?fref=ts

    salam bono

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

judiantology.

..of koffein, of travelore, of miscellany loveness..

Setapak Aksara

Kalau Kau Merasa Miskin, Jalan-Jalanlah!

CHINESE GOVERNMENT SCHOLARSHIP

Your Guide to Chinese Government Scholarship

Jomblo Traveller betina

Travelinglah selagi Jomblo - Jomblolah selagi Traveling

Jejak Kaki

Catatan Perjalanan Dan Informasi Wisata

Travel "X"

Adrenalin, Survival, Dan Sedikit “Kenakalan”

it's.... just a note

Random Mindful Chat

nya's sweet escape

Just a (not too) Personal Diary

ndu.t.yke's life

{while & after sydney}

Crazy Cosmulator

perspective of a mad cosmetic formulator

backpackology.me

An Indonesian travelling family, been to 25+ countries as a family. Author of several travel guide books and travelogue. Write travel articles for media. Strongly support family travelling | travelling with baby/kids. .

today tomorrow

because life is about looking forward to the future

Kisyani's Weblog

Just another WordPress.com weblog

Gadis, Gadis, Wanita

ternyata saya tidak sendiri!

Wonder To Wander

The Life of A Student of the Universe

indonesia360derajat

I read. I travel. I photograph.

%d bloggers like this: