eBaroroh

Just Enjoy and Feel the Game

Resume 2015 (Part 2)

Lanjutan dari part 1, tentang resume saya selama 2015. Resume warna-warni hidup saya yang menarik seperti pelangi yang muncul setelah hujan badai dan saya mulai lebay *lol*

April 2015 : Saya pindah lokasi kerja di kantor induk, Semarang. Berhubung sudah di Semarang, saatnya untuk perbaikan gizi dengan makan enak yang tidak pernah saya dapatkan dapatkan di Pekanbaru serta jjs sekitaran semarang seperti Solo. Pilihan saya kali ini jatuh pada kota Solo karena saya belum pernah ke sana, moda transportasi yang saya pilih adalah kereta api. Saya ke sana dengan teman kantor sekaligus teman dimana saya numpang tidur sementara di tempat dia. Semarang ke Solo dengan kereta api cukup murah sekitar 10k rupiah, waktu tempuh kurang lebih 3 jam. Namun pas saya naik keretanya mengalami ban bocor,hahahahha jadinya nyampe Solo 5 jam kemudian. Berangkat pagi sampai Solo hampir sore alias jam 3-4 sore,hahahahaha. Apa yang kita lakukan di kereta? Photo-photo, tidur, dan membaca,hahahahhah. Di Solo kita maen ke rumahnya sultan solo aka keraton solo, makan timlo, dan bertemu orang-orang yang di solo. Yang penting menyenangkan hati sendiri,hahahahah.

Mei 2015 : Saya dapat penugasan baru di proyek jalan cisokan. Dimanakah cisokan itu? Cisokan adalah sebuah desa di kabupaten bandung barat dimana lokasinya 3-4 jam dari kota Bandung. Jadi tolong jangan salah paham dengan menyebut bandung barat beranggapan bahwa memang di bandung, padahal mah bandung dobel coret,hahahaha. Lokasinya enak penuh dengan sawah dan gunung dan masih asriiii. Ya iyalah namanya juga proyek jalan,hehheheh.

Selain pindah ke lokasi baru, saya juga akan melakukan trip ke Myanmar bersama dengan teman saya yang biasa jalan dengan saya. Kita sudah pernah jalan bareng pas ke Indo-china, dan sekarang jalan bareng lagi ke Myanmar. Untuk kali ini saya mempercayakan semuanya ke dia, yes semuanya, mulai dari penginapan dan transportasi, dll. Pengalaman pertama buat saya dimana mempercayakan semuanya ke orang lain,hahahahah. Dan untuk kedepannya, meskipun kita mempercayakan semuanya ke travelmate kita, kita tetep harus punya back up cadangan apapun itu harus ada back up entah itu destinasi, uang atau apapunlah. Ibaratnya seperti berjalan di hutan, meskipun porter sudah membawakan perlengkapan kita tetep kita wajib membawa minum dan coklat buat diri sendiri klo kita lapar dan haus :D.

Back up pertama adalah kroscek lagi musim kapan kita akan pergi, kenapa saya bilang perlu cek musim karena musim panas mempengaruhi otak kita gampang panas,musim dingin bikin otak kita beku dan susah mikir (*ini mah asal ngomong aja),hahahahah. Back up kedua tentang destinasi, pastikan kembali destinasinya gak bolak-balik alias searah, biar gak capek, terus pastikan di awal sudah ada gambaran destinasi yang akan dikunjungi itu memang menarik atau gimana. Karena jika destinasi salah di musim yang salah, alhasil maka jalan-jalan jadi tidak menyenangkan,hahahahah. Sekedar berbagi pengalaman saja, bulan mei adalah musim panas di Indonesia begitu juga di Myanmar. Dan panas di Myanmar bisa mencapai 40 derajat, lebih panas dari surabaya boiii. Jangan hanya karena di bulan mei banyak libur terus beli tiket promo tanpa riset destinasi, nanti jadinya yah seperti saya, kepanasan sepanjang jalan.

Bulan yang enak untuk ke Myanmar adalah Oktober-Februari, musim dingin dan di sana kalian bisa liat balon udara di Bagan. Sedangkan kami hanya bisa meliat kuil-kuil yang mewah saja sambil kepanasan. Overall perjalanan kali ini bersama dengan dia sedikit “kepanasan” :lol:.

Resume sedikit ttg Myanmar mungkin berguna buat yang baca tulisan ini:

  1. Orang Indonesia masuk Myanmar TIDAK PERLU VISA
  2. Mata uang orang Myanmar adalah Kyats, namun bisa bayar dengan USD. 1 kyatss= 10,65 rupiah. Bisa tukar kyats di bandara atau tarik tunai Atm. Di sana banyak atm dengan logo master atau visa. Jadi aman,tinggal bawa ATM saja.
  3. Transportasi umum aka bus kondisinya sama dengan indonesia. bahkan cenderung lebih parah, busnya gak pake AC, ongkosnya kurang lebih 3000 kyats. Kebanyakan mereka menggunakan Taxi, taxi disana bisa ditawar, jarang yang pake argo. Dari Bandara, Yangoon, ke pusat kota hanya ada taxi seharga 5 atau 6 USD. Atau bisa menggunakan bus tetapi harus jalan agak jauh dari bandara. Dari bandara ke terminal bus lumayan jauh, begitu juga klo mau ke pusat kota atau sule pagoda. Waktu itu saya dari bandara ke terminal dan ke pusat kota kurang lebih 12 USD. Kenapa saya ke terminal dulu karena saya harus booking bus untuk ke Mandalay malam harinya.
  4. Dari Yangoon ke Mandalay menggunakan bus kurang lebih harganya 15k-25k kyats (lupa, silahkan di gugel sendiri yah). Terminal busnya luas dan busnya banyak tinggal pilih saja. Waktu itu saya direkomendasikan supir taxi, busnya ac namun gak seberapa bagus karena gak dapat makan,hahahhaha. Untuk ke pusat kota yangoon, tinggal cari aja bus yang ke Sule Pagoda. Berkomunikasi dengan bahasa isyarat yah karena mereka tidak bisa bahasa Inggris.
  5. Mandalay kotanya lebih kecil daripada Yangoon (yaiyalah Yangoon ibukota negara kek jakarta). Ketika sampai di terminal busnya, pagi hari. Banyak tukang ojeg yang menawarkan untuk mengantarkan ke pusat kota Mandalay. Nah klo memang sudah booking penginapan dan bisa menjemput ke terminal lebih baik dijemput. Karena kami go show alias saya ngikut rencana temen saya, yah tinggal ngikut aja, heheheheh. Pastikan ketika tawar menawar mang ojek, harus punya harga standart yah buat back up. Begitu juga dengan penginapan dan destinasi yang akan kalian liat di Mandalay. Pastikan untuk riset untuk back up diri sendiri :P. Oiya jangan khawatir, di Mandalay ada masjid. Nyari makanan halal di sekitaran masjid aja. Btw masjidnya tidak boleh dimasukin sama perempuan.
  6. Dari Mandalay lanjut ke Bagan dengan moda transportasi bus yang lebih kecil daripada bus ke mandalay. Dan Busnya tanpa Ac harganya hampir sama atau lebih mahal sedikit klo gak salah. Bus tersebut akan mengantarkan kita sampai depan penginapan. Berhubung lagi-lagi kita tidak booking jadinya yah gitu deh. Sampai di Bagan dini hari sekitaran jam 3 pagi, padahal busnya sudah mengalami mogok loh. Saran saya mending booking penginapan, atau klo misalnya memang tripnya rush banget. Minta di drop di tempat persewaan sepeda motor listrik, nungguin sampai buka trs nitip tas trs langsung capcus liat sunrise. Bagan seperti kompleknya angkor wat, Kamboja. Namun tidak se-tertip Angkor Wat, yang sebelum masuk kita harus punya ID dan membayar. Di Bagan sebenarnya bisa tidak membayar asalkan kita tidak melihat sunset atau sunrise di Candi yang umum untuk melihat (Lupa nama candinya :P). Petugasnya hanya ada di lokasi candi tersebut, sedangkan di candi2 yang lain tidak ada. Jangan lupa hati2 terhadap pedagang di sana, mereka tetiba menawarkan bantuan untuk menjadi guide tiba-tiba. Namun setelah itu, mereka akan menggiring kita untuk membeli barang dagangan mereka. Penginapan sekitaran semalam 20-25 USD
  7. Dari Bagan ke Inya Lake lagi-lagi menggunakan Bus. Busnya lebih manusiawi daripada bus yang ke Bagan dari Mandalay. Busnya lagi-lagi berhenti di pinggiran kota, dan kemudian kita dipaksa untuk naik tuktuk. Nyampe Inya lake lagi-lagi dini hari sekitar jam 2 atau 3 pagi. Mau ndak mau akhirnya naik tuktuk deh. So, better booking penginapan yah guys, jangan seperti saya :P. Inya lake hanya bisa diliat dengan menggunakan perahu, dan itu banyak banget paketan tour untuk naik perahu. Perahu bisa dinaikin maksimal 4 atau 6 orang jadi bisa sharing cost, harganya 25 USD klo gak salah satu perahu. Perahu tersebut buat keliling danau, dan berhenti ke beberapa spot2 wisata, misalnya liat rokok herbal, liat tenun dari teratai, dan kuil. Penginapan sekitaran semalam 20-25 USD
  8. Dari Inya Lake balik lagi ke Yangoon dengan bus yang lumayan oke, karena include makan (lupa saya nama bus nya). Turun di terminal, dari terminal naik bus ke kota dengan bahasa isyarat :lol:. Dan lagi-lagi bingung nyari tempat berteduh,hahahahah. Btw, klo mau belanja, belanja di pasar yangoon yang terkenal aja. Semua ada dan bisa ditawar dan harganya masuk akal kok namun masih lebih murah vietnam klo menurut saya. Di deket pasar ada masjid juga dan restaurant halal, jadi bisa makan tanpa khawatir.
  9. Overall, menurut saya Myanmar lebih mahal daripada Vietnam. Transportasi murah klo dalam kota, harga taxi standart sama seperti di Indonesia. Klo tho saya balik lagi ke sana, paling saya cuman pengen liat balon udara saja, sudah kapok ke sana di bulan Mei, panaassss.

    Juni-Juli 2015 : Merayakan Idul Fitri bersama keluarga setelah tahun sebelumnya dirayakan bareng stranger, Alhamdulillah. Bertemu dan berkumpul bareng keluarga besar, seneng, pastinya. Namun, jujur dua atau tida hari sudah cukup buat saya,heheheheh. Akhirnya saya memutuskan untuk berkunjung ke tempat teman di Situbondo, teman SMA yang sudah lama tidak berjumpa dan bertemu. Dia menjanjikan untuk mengajak saya ke Kawah ijen, Yay. Jalan-jalan lagi kita. Naik motor tengah malam terus jalan ke kawah ijen selama kurang lebih 2 jam lanjut ke kawah wurung untuk photo2 lagi, menyenangkan sekali

Advertisements

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

judiantology.

..of koffein, of travelore, of miscellany loveness..

Setapak Aksara

Kalau Kau Merasa Miskin, Jalan-Jalanlah!

CHINESE GOVERNMENT SCHOLARSHIP

Your Guide to Chinese Government Scholarship

Jomblo Traveller betina

Travelinglah selagi Jomblo - Jomblolah selagi Traveling

Jejak Kaki

Catatan Perjalanan Dan Informasi Wisata

Travel "X"

Adrenalin, Survival, Dan Sedikit “Kenakalan”

it's.... just a note

Just another WordPress.com weblog

nya's sweet escape

Just a (not too) Personal Diary

ndu.t.yke's life

{while & after sydney}

Crazy Cosmulator

perspective of a mad cosmetic formulator

backpackology.me

An Indonesian travelling family, been to 25+ countries as a family. Author of several travel guide books and travelogue. Write travel articles for media. Strongly support family travelling | travelling with baby/kids. .

today tomorrow

because life is about looking forward to the future

Kisyani's Weblog

Just another WordPress.com weblog

Gadis, Gadis, Wanita

ternyata saya tidak sendiri!

Wonder To Wander

The Life of A Student of the Universe

indonesia360derajat

I read. I travel. I photograph.

%d bloggers like this: