eBaroroh

Just Enjoy and Feel the Game

Archive for the category “solo trip”

Resume 2015 (Part 2)

Lanjutan dari part 1, tentang resume saya selama 2015. Resume warna-warni hidup saya yang menarik seperti pelangi yang muncul setelah hujan badai dan saya mulai lebay *lol*

April 2015 : Saya pindah lokasi kerja di kantor induk, Semarang. Berhubung sudah di Semarang, saatnya untuk perbaikan gizi dengan makan enak yang tidak pernah saya dapatkan dapatkan di Pekanbaru serta jjs sekitaran semarang seperti Solo. Pilihan saya kali ini jatuh pada kota Solo karena saya belum pernah ke sana, moda transportasi yang saya pilih adalah kereta api. Saya ke sana dengan teman kantor sekaligus teman dimana saya numpang tidur sementara di tempat dia. Semarang ke Solo dengan kereta api cukup murah sekitar 10k rupiah, waktu tempuh kurang lebih 3 jam. Namun pas saya naik keretanya mengalami ban bocor,hahahahha jadinya nyampe Solo 5 jam kemudian. Berangkat pagi sampai Solo hampir sore alias jam 3-4 sore,hahahahaha. Apa yang kita lakukan di kereta? Photo-photo, tidur, dan membaca,hahahahhah. Di Solo kita maen ke rumahnya sultan solo aka keraton solo, makan timlo, dan bertemu orang-orang yang di solo. Yang penting menyenangkan hati sendiri,hahahahah.

Mei 2015 : Saya dapat penugasan baru di proyek jalan cisokan. Dimanakah cisokan itu? Cisokan adalah sebuah desa di kabupaten bandung barat dimana lokasinya 3-4 jam dari kota Bandung. Jadi tolong jangan salah paham dengan menyebut bandung barat beranggapan bahwa memang di bandung, padahal mah bandung dobel coret,hahahaha. Lokasinya enak penuh dengan sawah dan gunung dan masih asriiii. Ya iyalah namanya juga proyek jalan,hehheheh.

Selain pindah ke lokasi baru, saya juga akan melakukan trip ke Myanmar bersama dengan teman saya yang biasa jalan dengan saya. Kita sudah pernah jalan bareng pas ke Indo-china, dan sekarang jalan bareng lagi ke Myanmar. Untuk kali ini saya mempercayakan semuanya ke dia, yes semuanya, mulai dari penginapan dan transportasi, dll. Pengalaman pertama buat saya dimana mempercayakan semuanya ke orang lain,hahahahah. Dan untuk kedepannya, meskipun kita mempercayakan semuanya ke travelmate kita, kita tetep harus punya back up cadangan apapun itu harus ada back up entah itu destinasi, uang atau apapunlah. Ibaratnya seperti berjalan di hutan, meskipun porter sudah membawakan perlengkapan kita tetep kita wajib membawa minum dan coklat buat diri sendiri klo kita lapar dan haus :D.

Back up pertama adalah kroscek lagi musim kapan kita akan pergi, kenapa saya bilang perlu cek musim karena musim panas mempengaruhi otak kita gampang panas,musim dingin bikin otak kita beku dan susah mikir (*ini mah asal ngomong aja),hahahahah. Back up kedua tentang destinasi, pastikan kembali destinasinya gak bolak-balik alias searah, biar gak capek, terus pastikan di awal sudah ada gambaran destinasi yang akan dikunjungi itu memang menarik atau gimana. Karena jika destinasi salah di musim yang salah, alhasil maka jalan-jalan jadi tidak menyenangkan,hahahahah. Sekedar berbagi pengalaman saja, bulan mei adalah musim panas di Indonesia begitu juga di Myanmar. Dan panas di Myanmar bisa mencapai 40 derajat, lebih panas dari surabaya boiii. Jangan hanya karena di bulan mei banyak libur terus beli tiket promo tanpa riset destinasi, nanti jadinya yah seperti saya, kepanasan sepanjang jalan.

Bulan yang enak untuk ke Myanmar adalah Oktober-Februari, musim dingin dan di sana kalian bisa liat balon udara di Bagan. Sedangkan kami hanya bisa meliat kuil-kuil yang mewah saja sambil kepanasan. Overall perjalanan kali ini bersama dengan dia sedikit “kepanasan” :lol:.

Resume sedikit ttg Myanmar mungkin berguna buat yang baca tulisan ini:

  1. Orang Indonesia masuk Myanmar TIDAK PERLU VISA
  2. Mata uang orang Myanmar adalah Kyats, namun bisa bayar dengan USD. 1 kyatss= 10,65 rupiah. Bisa tukar kyats di bandara atau tarik tunai Atm. Di sana banyak atm dengan logo master atau visa. Jadi aman,tinggal bawa ATM saja.
  3. Transportasi umum aka bus kondisinya sama dengan indonesia. bahkan cenderung lebih parah, busnya gak pake AC, ongkosnya kurang lebih 3000 kyats. Kebanyakan mereka menggunakan Taxi, taxi disana bisa ditawar, jarang yang pake argo. Dari Bandara, Yangoon, ke pusat kota hanya ada taxi seharga 5 atau 6 USD. Atau bisa menggunakan bus tetapi harus jalan agak jauh dari bandara. Dari bandara ke terminal bus lumayan jauh, begitu juga klo mau ke pusat kota atau sule pagoda. Waktu itu saya dari bandara ke terminal dan ke pusat kota kurang lebih 12 USD. Kenapa saya ke terminal dulu karena saya harus booking bus untuk ke Mandalay malam harinya.
  4. Dari Yangoon ke Mandalay menggunakan bus kurang lebih harganya 15k-25k kyats (lupa, silahkan di gugel sendiri yah). Terminal busnya luas dan busnya banyak tinggal pilih saja. Waktu itu saya direkomendasikan supir taxi, busnya ac namun gak seberapa bagus karena gak dapat makan,hahahhaha. Untuk ke pusat kota yangoon, tinggal cari aja bus yang ke Sule Pagoda. Berkomunikasi dengan bahasa isyarat yah karena mereka tidak bisa bahasa Inggris.
  5. Mandalay kotanya lebih kecil daripada Yangoon (yaiyalah Yangoon ibukota negara kek jakarta). Ketika sampai di terminal busnya, pagi hari. Banyak tukang ojeg yang menawarkan untuk mengantarkan ke pusat kota Mandalay. Nah klo memang sudah booking penginapan dan bisa menjemput ke terminal lebih baik dijemput. Karena kami go show alias saya ngikut rencana temen saya, yah tinggal ngikut aja, heheheheh. Pastikan ketika tawar menawar mang ojek, harus punya harga standart yah buat back up. Begitu juga dengan penginapan dan destinasi yang akan kalian liat di Mandalay. Pastikan untuk riset untuk back up diri sendiri :P. Oiya jangan khawatir, di Mandalay ada masjid. Nyari makanan halal di sekitaran masjid aja. Btw masjidnya tidak boleh dimasukin sama perempuan.
  6. Dari Mandalay lanjut ke Bagan dengan moda transportasi bus yang lebih kecil daripada bus ke mandalay. Dan Busnya tanpa Ac harganya hampir sama atau lebih mahal sedikit klo gak salah. Bus tersebut akan mengantarkan kita sampai depan penginapan. Berhubung lagi-lagi kita tidak booking jadinya yah gitu deh. Sampai di Bagan dini hari sekitaran jam 3 pagi, padahal busnya sudah mengalami mogok loh. Saran saya mending booking penginapan, atau klo misalnya memang tripnya rush banget. Minta di drop di tempat persewaan sepeda motor listrik, nungguin sampai buka trs nitip tas trs langsung capcus liat sunrise. Bagan seperti kompleknya angkor wat, Kamboja. Namun tidak se-tertip Angkor Wat, yang sebelum masuk kita harus punya ID dan membayar. Di Bagan sebenarnya bisa tidak membayar asalkan kita tidak melihat sunset atau sunrise di Candi yang umum untuk melihat (Lupa nama candinya :P). Petugasnya hanya ada di lokasi candi tersebut, sedangkan di candi2 yang lain tidak ada. Jangan lupa hati2 terhadap pedagang di sana, mereka tetiba menawarkan bantuan untuk menjadi guide tiba-tiba. Namun setelah itu, mereka akan menggiring kita untuk membeli barang dagangan mereka. Penginapan sekitaran semalam 20-25 USD
  7. Dari Bagan ke Inya Lake lagi-lagi menggunakan Bus. Busnya lebih manusiawi daripada bus yang ke Bagan dari Mandalay. Busnya lagi-lagi berhenti di pinggiran kota, dan kemudian kita dipaksa untuk naik tuktuk. Nyampe Inya lake lagi-lagi dini hari sekitar jam 2 atau 3 pagi. Mau ndak mau akhirnya naik tuktuk deh. So, better booking penginapan yah guys, jangan seperti saya :P. Inya lake hanya bisa diliat dengan menggunakan perahu, dan itu banyak banget paketan tour untuk naik perahu. Perahu bisa dinaikin maksimal 4 atau 6 orang jadi bisa sharing cost, harganya 25 USD klo gak salah satu perahu. Perahu tersebut buat keliling danau, dan berhenti ke beberapa spot2 wisata, misalnya liat rokok herbal, liat tenun dari teratai, dan kuil. Penginapan sekitaran semalam 20-25 USD
  8. Dari Inya Lake balik lagi ke Yangoon dengan bus yang lumayan oke, karena include makan (lupa saya nama bus nya). Turun di terminal, dari terminal naik bus ke kota dengan bahasa isyarat :lol:. Dan lagi-lagi bingung nyari tempat berteduh,hahahahah. Btw, klo mau belanja, belanja di pasar yangoon yang terkenal aja. Semua ada dan bisa ditawar dan harganya masuk akal kok namun masih lebih murah vietnam klo menurut saya. Di deket pasar ada masjid juga dan restaurant halal, jadi bisa makan tanpa khawatir.
  9. Overall, menurut saya Myanmar lebih mahal daripada Vietnam. Transportasi murah klo dalam kota, harga taxi standart sama seperti di Indonesia. Klo tho saya balik lagi ke sana, paling saya cuman pengen liat balon udara saja, sudah kapok ke sana di bulan Mei, panaassss.

    Juni-Juli 2015 : Merayakan Idul Fitri bersama keluarga setelah tahun sebelumnya dirayakan bareng stranger, Alhamdulillah. Bertemu dan berkumpul bareng keluarga besar, seneng, pastinya. Namun, jujur dua atau tida hari sudah cukup buat saya,heheheheh. Akhirnya saya memutuskan untuk berkunjung ke tempat teman di Situbondo, teman SMA yang sudah lama tidak berjumpa dan bertemu. Dia menjanjikan untuk mengajak saya ke Kawah ijen, Yay. Jalan-jalan lagi kita. Naik motor tengah malam terus jalan ke kawah ijen selama kurang lebih 2 jam lanjut ke kawah wurung untuk photo2 lagi, menyenangkan sekali

Advertisements

2nd Solo Trip (stranger become friend)

Aye aye aye aye aye, lets be productive today, thats why i write again 😀

Jadi ceritanya di tahun 2014 ini adalah tahun yang wonderful as I wish #2014wonderfull kenapa saya bilang wonderful karena banyak pengalaman yang tiba-tiba terjadi sesuai dengan kehendak yang punya Semesta, ALLAH SWT. Salah satunya adalah solo trip kedua saya di mana saya pengen banget merasakan ramadhan dan ied mubarok di luar indonesia aka luar negeri dan alhamdulillah terwujudkan meskipun tidak terlalu jauh :D. Bermula dengan dikick dari pulau jawa dan terdamprat di Sumatera. Dimana akses menuju ke Pulau Jawa kembali sangat tidak rasional harganya apalagi pada saat Idul Fitri (Huge of Indonesia :lol:). Oleh karena itu, dengan ijin dari ibu bahwa idul fitri tahun ini saya tidak kembali ke Jawa akibat harga tiket yang melambung tinggi ke angkasa. Setelah menimbang, memilih, mengatur,merencanakan, memikirkan (*ini yang bikin gak bisa tidur*) Akhirnya saya menetapkan tujuan ke THAILAND. Kenapa ke THAILAND? karena saya belum pernah ke sana dan karena saya pengen makan mangga pake ketan, padahal pas disana cuman makan mangga aja  :lol:. Selain itu pengen ketemu teman juga seh, teman baru maksudnya :D.

Berikut ini rincian uang transport dari pekanbaru-Thailand

  • -Pekanbaru- KL with AA Rp.209.000 sesuai tagihan CC
  • -KL-DMK with AA Rp. 414.434 sesuai tagihan CC
  • -BKK-SGP with Tiger Rp. 749.200 sesuai tagihan CC
  • -Batam- Pekanbaru with LION Rp 650.000 (kurang lebih segini gak sampe 700rb booking lewat traveloka)
  • -SGP-BATAM Rp 207.000 (23sgd ~ Rp 9000) by ship paling murah
  • -BKK-CMX (PP) Rp 640.000 (800 Bath/trip ~Rp 400) by BUS dengan asumsi Naek SOMBAT TOUR (Bus mahal lah, ada bus murah kok,lebih murah naek kereta)

Total transport 2869.634 ditambah 150.000 =3019.634 (masih lebih murah dibandingkan tiket PP pekanbaru- surabaya kurang lebih 4jutaan)

Jadi ngapain aja aku di sana? hmmmm, yah balik ke tujuan awal yaitu ngerasain puasa dan hari raya di negeri orang. Hari Pertama, numpang transit di KL numpang bermalam di rumah temen, alhamdulillah dia mau nampung meskipun cuman semalam, dimasakin spagetti dan saya gak habis karena hambar :(. Berhubung gak enak ngebangunin jadinya saya cuman sahur roti dan minum air. alhamdulillah kuat. Oiya Buka Puasa di KL sekitar jam 7.30 PM

Hari Kedua, lanjut ke bangkok nyampai donmuang siang menjelang sore. Berhubung pertama kali nginjek kaki di donmuang,jadi kek orang bego, bingung harus ngapain. Akhirnya nelpon temen pake telepon koin dan dia cuman bilang “Ya udah kamu ke sini naik Bus aja nomer sekian” Dan saya harus mencari cara keluar dari bandara dan mencari bus dengan menggunakan bahasa tangan untung bukan bahasa kalbu :lol:. Ternyata untuk naek bus, kita harus keluar bandara dan menyebrang lewat jembatan penyebrangan dengan jalan terlebih dahulu (gak jauh kok jalannya). Nyampe halte ngeliatin anak2 sekolah thailand dimana mulai dari yang kecil (SD) sampe SMA atau Kuliah seragamnya warnanya sama euy warna seragam SMP di Indonesia (atasan putih bawahan biru dongker). Sambil menunggu bus datang dan meliat mereka menyeruput es itu rasanya menyenangkan. Transportasi di thailand selain bus ada juga mini van seperti L300 (aih jaman kapan itu L300), bus dan mini vannya ber AC jadi jangan khawatir panas dan sumuk. Busnya berkode angka sedangkan minivannya berkode tulisan thailand, berhubung saya hanya bisa baca angka ya memilih naik bus saja, selain itu petugas turis servis di bandara juga menyarankan untuk naik Bus. Bus yang ditunggu pun datang, saya naik bus sambil menunjukkan tujuan saya dengan tulisan thailand dapat dr mas-mas turis servis di bandara, kondekturnya cewek dan dia mengangguk (pasti dia tahu tujuan saya,semoga) membayar 13 B. Saya cuman ketar-ketir aja semoga beneran tahu ibu2 kondekturnya dan alhamdulillah dia menunjukkan tempat yang hampir mirip namun tidak tepat. Alhasil saya harus nelpon temen saya dengan nomer indonesia dimana pas telepon langsung mati karena pulsa habis #doh. Clue terakhir dari dia yaitu ” Ya udah kamu keluar dari pasar, terus jalan cari gang 11 depan gang ada toko jualan patung budha” Dan dia tidak bilang ke kanan/kiri,barat/timur. Oke saaatnya untuk mencari dan mencoba keberuntungan. Dan saya pun coba-coba jalan mengikuti arah arus mobil, jalan-jalan dan menemukan nomer 7, oke semoga habis 7, 8,9,10,11, lumayan 4 gang lagi neh, dan viola ternyata coba-coba saya benar,habis 7, 9, dan 11. Ternyata tidak terlalu jauh euy, alhamdulillah berkah puasa,hehehehe. Ketemu teman, dapat tempat berteduh biar gak kepanasan dan kehujanan, dan dapat kenalan karena ternyata dia tinggal berdua bareng orang korea, Yeah ketemu stranger yang bisa jadi teman, seru seru seru seru. Dan ngeliat temenku yang orang indonesia bercandaan sama dia yang orang korea ternyata lucu juga euy,hehehehhehe. Hari pertama di thailand tinggal di bangkok pinggiran bertemu stranger berbuka dengan tomyam pinggir jalan sambil menebak-menebak sudah magrib belum yah, thats wonderful #2014wonderfull 😀

Rangsit pinggiran Bangkok

Rangsit pinggiran Bangkok

Hari Ketiga, saya berencana ke ayyuthaya, sebuah kota kecil dimana dulunya adalah ibukota thailand. Dari Rangsit, pinggiran bangkok menuju ayyuthaya sekitar 1 jam naik kereta ekonomi sebesar 20 B, murah meriah. Berangkat dari rangsit pagi sekitar jam 7 an, dimana semalam saya hanya sahur apel 2 biji dan air putih. Dari tempat tinggal teman saya menuju stasiun tidak terlalu jauh, jalan kurang lebih 10-15 menit, lumayan olahraga di pagi hari. Dan nyampe di stasiun ternyata kereta tiba pukul delapan (backsoundnya lagu iwanfals). Menunggu setengah jam sambil mengawasi yang ada mulai dari anjing sampai manusia, ada banyak anjing bahkan ada yang kakinya 3 namun masih bisa berjalan. Dan yang gak bikin takut adalah anjing-anjing ini tidak menyalak dan tidak menggigit, mereka lapar namun tidak beringas, menunggu seseorang untuk memberi makan, dan pas ketika diberi makan mereka tahu klo makannya harus dibawa ke pinggir, mereka juga tahu klo keknya saya agak2 takut sama anjing, jadi mereka menghindar. Kok beda yah sama anjing di Indonesia, bahkan anjing di bali pun masih suka menyalak padahal sama-sama anjing liar.

rangsit railway station

rangsit railway station

Perjalanan ke ayyuthaya sangat menyenangkan karena hari itu cerah sekali bahkan sangat panas, di kereta ketemu keluarga kecil dari spanyol yang terdiri dari ibu, bapak, 1 cewek kecil. Si ibu tidak bisa berbahasa inggris, namun tidak menghalangi mereka untuk melakukan perjalanan. Saya meliat dia sedang mengupas manggis dengan pisau, sangat aneh sekali sehingga membuat saya tertarik untuk mengajarkan caranya mengupas manggis dengan baik dan benar hanya dengan menggunakan tangan. Dia sangat senang ketika saya mengajarkan cara tersebut, dan memberikan manggis kepada saya, berhubung saya sedang puasa saya tolak dengan ” im sorry im fasting now” mudah-mudahkan tidak membuat dia kecewa,hehehhehhe. Setibanya saya di stasiun Ayyuthaya saya menghubungi teman saya yang saya kenal di Couchsurfing, sebenarnya saya mengajukan couchrequest aka numpang berteduh di rumahnya, berhubung terlalu mendadak jadinya dia hanya bisa menemani jalan saja. Yap saya belum pernah bertemu dia dan dia belum bertemu dengan saya, she is totally stranger tetapi saya percaya sama dia. Dia bilang masih otw dari bangkok dengan bus dan terjebak macet. Dan saya bilang saya akan menunggu dia di stasiun sampai dia datang, sebenarnya dia merasa gak enak karena membuat saya menunggu 2 jam, tetapi no problemo karena saya suka menunggu di stasiun sambil mengawasi orang-orang yang lalu lalang :D. Dan akhirnya pukul 11 dia baru datang ke stasiun pas banget karena kondisi stasiun sudah mulai sepi. Karena ayyuthaya kotanya kecil akhirnya kita memutuskan untuk menyewa sepeda motor seharga 100 B sehari (gak sehari juga seh hanya beberapa jam karena harus ke bangkok). Puter2 wat disekitaran ayyuthaya masuk dengan berpura-pura sebagai orang lokal lumayan buat saving baht, tidak keditek karena kulit saya coklat coba kulit saya kuning pasti disuruh bayar :lol:.

Ayyuthaya railway station

Ayyuthaya railway station

Ayyuthaya kompleknya hampir sama seperti komplek angkor wat di siemriep kamboja, isinya Wat tempat orang ibadah. Klo di angkor wat kita meliat banyak turis klo di ayyuthaya kita meliat turis dan orang lokal yang beribadah :D. Puter-puter wat sampai akhirnya saya menyerah karena terlalu panas dan memutuskan untuk kembali ke bangkok dengan kereta jam 3,hahahahhaa, short trip sekali namun saya suka karena pas kita mengunjungi museum ayyuthaya kita sempat ngobrol banyak, host saya bercerita tentang pengalaman dia dan temannya ke Myanmar yang cukup seru yang membuat saya ingin ke sana dengan travelmate saya atau gak sendirian juga gpp. Yang saya suka dari trip di ayyuthaya adalah sehari bertemu dengan stranger dan akhirnya bisa chit chat dan akhirnya bisa jadi friend karena kadang kita tidak percaya dengan stranger, kita selalu beranggapan klo stranger itu jahat,menipu,dll padahal banyak orang baik di luar sana 😀 . open your hand for stranger and just believe it many good people outside :D. Klo tho ternyata stranger itu menipu atau jahat kepada kita, tetep waspada dan jangan dibalas dengan hal yang sama.

Retro tidak mengenal Usia

Retro tidak mengenal Usia

 

Menunggu kereta tiba pukul berapa

Menunggu kereta tiba pukul berapa

Hari ke4 yang saya lakukan adalah ngemall dari pagi sampai sore saya habiskan jalan-jalan di mall mulai dari beli buku sampai nonton di bioskop, bioskopnya lumayan kece, harganya lumayan mahal 200 B sebanding dengan 80ribu rupiah, lebih mahal daripada di Indonesia namun sebanding dengan harga bisokop di jakarta :D. Cinemanya tidak terlalu besar dan esteriornya lumayan oke, di bawah bioskop ada tempat box karaoke yang bisa muat sampai 4 orang, ada tempat bermain Pe Es juga, dan permainan lainnya yang biasa dijumpai di XXI. Subtitlenya bahasa thailand, untungnya saya nonton step up 2 yang berbahasa inggris ya itung-itung latihan listening :D. Setelah puas ngemall saya balik ke tempat teman saya dan packing buat persiapan ke chiangmai. Terjadi perdebatan kecil antara teman saya dan room matenya orang korea, mereka berdebat kecil ttg bagaimana saya ke terminal bus, apakah saya harus ke terminal bus utama atau ke terminal bus terdekat atau bisa kah menyetop di pinggir jalan?. Saya hanya senyum-senyum kecil meliat mereka berdebat kecil, serunya mereka berdebat tanpa harus saling marah bahkan saling mengejek tapi tanpa tersinggung satu sama lain (apa karena mereka cowok yak?). Berangkat dari rangsit pinggiran bangkok jam set 9 pm dan sampai di chiangmai 6 am.

Bioskop

Bioskop

Pe Es

Pe Es

Di Chiangmai saya menumpang berteduh ke stranger juga sebenarnya namun sudah menjadi friend berkat Couchsurfing.org 😀 ilove it. Dulu dia pernah mengunjungi dan tinggal di rumah saya di surabaya, pada saat itu dia hanya bertemu ibu dan sepupu saya dan kita bertemu sebentar di yogya. Karena dia sudah pernah mengunjungi saya sekarang saatnya saya untuk mengunjungi dia di Chiangmai. Bertukar pikiran bercerita dan merayakan idul fitri bersama. Seru rasanya jadi stranger di negeri orang merasakan idul fitri bareng-bareng dan selalu banyak manfaat menjadi lokal people:D.

ied Mubarok 1435 H

ied Mubarok 1435 H

Masjid di Chiangmai

Masjid di Chiangmai

Semoga saya bisa merasakan idul fitri dan ramadhan di negeri orang lagi yang lebih jauh sehingga saya bisa tahu rasanya merindu rumah,ibu, keluarga, teman, dll. aamiin

 

stranger

stranger become friend

IMG_20140727_145101[1]

stranger become friend

 

“single step can make you far away”

nb: maap yah ngegantung terlalu panjang jadi harus dishort 😀

 

Post Navigation

judiantology.

..of koffein, of travelore, of miscellany loveness..

Setapak Aksara

Kalau Kau Merasa Miskin, Jalan-Jalanlah!

CHINESE GOVERNMENT SCHOLARSHIP

Your Guide to Chinese Government Scholarship

Jomblo Traveller betina

Travelinglah selagi Jomblo - Jomblolah selagi Traveling

Jejak Kaki

Catatan Perjalanan Dan Informasi Wisata

Travel "X"

Adrenalin, Survival, Dan Sedikit “Kenakalan”

it's.... just a note

Random Mindful Chat

nya's sweet escape

Just a (not too) Personal Diary

ndu.t.yke's life

{while & after sydney}

Crazy Cosmulator

perspective of a mad cosmetic formulator

backpackology.me

An Indonesian travelling family, been to 25+ countries as a family. Author of several travel guide books and travelogue. Write travel articles for media. Strongly support family travelling | travelling with baby/kids. .

today tomorrow

because life is about looking forward to the future

Kisyani's Weblog

Just another WordPress.com weblog

Gadis, Gadis, Wanita

ternyata saya tidak sendiri!

Wonder To Wander

The Life of A Student of the Universe

indonesia360derajat

I read. I travel. I photograph.